Cari

Winaz

Printilan Hati

Tag

Obrolan Santai

[Cerita Abang-Adik]: Jumpa Duit di Jalan

Cerita ini terjadi sekitar dua minggu yang lalu. Malam itu, Ai ikut ayah pergi ke spbu untuk ngisi bensin motor. Biar pagi-pagi saat akan beraktivitas, untuk mengantar anak-anaknya kesekolah dan pergi ketempat kerja, ayah tidak disibukkan dengan kehabisan bahan bakar ditengah jalan. Karena kalo pagi, spbu belum buka dan penjual besin di pinggir jalan, juga ada paling jam 8 gitu. Jadi, dari pada ada acara dorong-dorong motor di pagi hari, maka akan lebih afdal kalo malam dipersiapkan, agar tidak terjadi kemungkinan tersebut. Karena amper minyaknya sudah memberi sinyal-sinyal sekarat.

Nemu Uang di Jalan
Kalo yang dijumpa dijalan uang logam seribuan ini, mungkin pemiliknya tidak akan begitu kehilangan. Tetapi tetap aja harus diberikan kepada yang berhak. Nemu uang itu, sapa tau Sang Pemberi Rezeki sedang ‘nguji’ kejujuran kita langsung 😀

Continue reading “[Cerita Abang-Adik]: Jumpa Duit di Jalan”

Iklan

[Obrolan Santai] : Suara Tangisan Nasi

“Adik cepatlah,” teriakanku bergema disore yang agak lebih panas dari biasanya, membahang rasanya. Mungkin sebentar lagi atau malam nanti, akan turun hujan.

“Oi….dik..ngapain tuch…, nak dibikinin minum tak?” kataku bersuara lagi, karena masih belum kudengar respon dari adikku yang biasanya selalu rajin bertanya ini dan itu, tanpa kehabisan ide-ide dikepala kecilnya.

“Hisk, kemanalah pergi budak …..nich? Tak kan dah pergi main keluar rumah,”bebelku dalam hati. Tapi, tak berapa lama kemudian, kedengaran langkah kaki berlarian sebelum kelihat sosok tubuhnya berputar-putar dan kepalanya turut bergoyang kekiri dan kekanan seperti menirukan iklan produk shampo.

“Mestilah Bah, adik nak. Tapi boleh tak kalo petang ini adik nak minum teh obeng aja…please….”katanya sambil mengedip-ngedipkan mata, membuat muka comel dan kasihan. Continue reading “[Obrolan Santai] : Suara Tangisan Nasi”

[Obrolan Santai] : Semut Sebagai Binatang Peliharaan?

“Bah, nanti habis makan, biar adik yang bantuin nyapu ya”, rajin dia menawarkan bantuan untuk meringankan tanggung jawabku.

“Emang bisa? “, tanyaku dengan nada ragu.
“Adik cuba dulu, ok. Bah tak payah risau, ntar kalau nggak bisa, adik kasih tahu sama, Bah”.

“Ya…udah”, jawabku menunjukkan wajah percaya.
“Bah pergi sana biar adik buat” katanya sedikit mengusirku. Continue reading “[Obrolan Santai] : Semut Sebagai Binatang Peliharaan?”

[Obrolan Santai] : Cerita Tentang Liburan Imlek

Sabtu, tanggal 6 Februari 2016. Pulang sekolah, adik dan abang lagi menikmati makan siang. Tiba-tiba, adik si bocah lincah mulai membuka obrolan, “bang, adik liburnya sampai Senin lho. Ibu guru tadi kasih tahu sebelum pulang”.

“Eleh… tambah satu hari aja senang, abang sampai hari Rabu lagi”, kata abang sambil mengenyek si adek.

“Masak iya bang, bestnyaaa, boleh pergi liburan. Minggu, Senin, Selasa dan Rabu, ada empat hari, bang”, petah lidah kecilnya menghitung.

“Adik mau ikut libur kayak abang juga, boleh ngak….????”.

“hisk …. mana boleh, adik masih kecil nak ikut-ikut. Sekolah kita kan beda dek. Adek masih TK, kalo abang udah…”, dengan gaya pamer.

Guys, simak juga [Obrolan Santai] : Cita-Cita Oma yang ini yaa 🙂 .

Cerita Imlek

Continue reading “[Obrolan Santai] : Cerita Tentang Liburan Imlek”

[Obrolan Santai] : Cita-Cita Oma

“Asallamulaikum…. Bah! Bah! Adik pulang nich! Bah! Bah dimana…???”, teriakkan adik menerjang gendang telinga ku.

“Walaikumsalam. Bah didapur dik! Kenapa nih kok bising banget”.

“Adik nak cerita nih, Bah”, lincah lidah kecilnya menyuarakan hasratnya.

“Kalo iyapun nak cerita, coba sepatunya dibuka dulu, dan ditarok dirak sepatu didepan pintu, biar rapi”.

“Stop, Bah!”, katanya sambil menangkat tangan, “adik tau Bah mau bilang apa lagi. Habis tarok sepatu, jangan lupa simpan tas sekolah di meja belajar, dan tempat bekalnya dibawa kebelakang, taroh di tempat cuci piring, nanti bejamur, bau busuk”, lagaknya sambil menirukan suaraku.

“Alah, adik dah hapal dah. Abis, hari-hari, Bah, ingatkan hal yang sama, lebih pula dari ibu, tau!”, katanya sambil memanyunkan mulut, “kalo ada ibu, best. Ibu akan bantu dik ganti baju”.

“Hellooo”, kataku. “Ini Bah tahu, bukan ibu! Jangan nak sama-samakan, boleh”, kataku memberi peringatan sambil sok galak. “Adik kan dah besar, dah sekolah, mestilah belajar nak mandiri. Tak kan semua nak, dibantuin macam dek Dira yang masih bayi tuch”, kataku sambil membawa-bawa nama anak tetangga sebelah rumah yang sering main dengannya.

“Adik mau, Bah bikin kayak gitu, dipakaiin diaper, disuapin bubur dan yang paling penting,,, tidak boleh minum susu coklat. Mmmmh…. sedaaap tauu”, kataku sambil mengusiknya. Continue reading “[Obrolan Santai] : Cita-Cita Oma”

Blog di WordPress.com.

Atas ↑