Cari

Winaz

Printilan Hati

Nikmati Waktumu Saat Ini

Kulihat wajah sugulmu, melihat sekitar dengan tatapan bosan, seakan apa yang ada didepanmu tak memberi arti dalam harimu saat ini. Begitu jauh keduluan mengikatmu dalam kenangan.

Tak lagi kau ingat mengapa kau ada disini, luka apa yang kau bawa ke hadapanku. Kini seakan waktu benar-benar telah menyembunyikan kedukaan itu.

Hingga hatimu benar-benar tertutup untuk melihat kegembiraan yang terlakar oleh orang-orang yang mencintaimu, yang sekarang ada disekitarmu, mencoba mengisi ruang-ruang kosong dijiwamu.

nikmati-waktumu-saat-ini

Continue reading “Nikmati Waktumu Saat Ini”

Sebelum Kau Melangkah Pergi

Kulihat kau mulai mengemasi semua barang-barangmu, seakan tak ingin kau sisakan sedikitpun tertinggal.

Begitu ingin kau berlalu dariku, membawa semua kemarahan dan luka hatimu. Seakan kali ini tak ada lagi kesempatan untukku, mengucap kata maaf dan mengurai apa yang telah terjadi.

Kuakui kali ini, semua benar-benar murni kesalahanku, bukan lagi karena prasangka dan rasa cemburumu.

pikirkan-sekali-lagi-sebelum-kau-benar-benar-melangkah-pergi

Continue reading “Sebelum Kau Melangkah Pergi”

Cerita Cinta di November Dingin

Pagi yang sangat dingin di bulan November, setelah semalam hujan turun tiada henti. Pakaian yang membaluti tubuh seakan tidak mampu menahan rasa dingin menyusup ke sekujur tubuh, ia membuatku menggigil.

Kucoba terus bergerak, memulai aktivitas untuk memecahkan kebekuan yang kian menguasai, akibat udara basah di pertengahan November. Terasa berat seluruh sendi, tapi ku tak boleh diam membiarkan rasa malas ikut mengambil peran dalam menjalani hari.

cerita-cinta-di-november-dingin

Continue reading “Cerita Cinta di November Dingin”

Ego Dalam Rintik Hujan

Pagi ini hujan turun tak henti-hentinya, tidak lebat, cuma gerimis. Tapi itu cukup membuatku meringkuk diatas tempat tidur, menarik lagi selimut mencari sedikit kehangatan darinya.

Bukannya malas atau ikut menyalahkan hujan yang turun dipagi hari ini, di saat akan memulai beraktivitas, tapi cuma memanfaatkan momen pagi ini yang terasa lebih dingin dari biasanya.

ego-dalam-rintik-hujan

Continue reading “Ego Dalam Rintik Hujan”

Kerinduan Dalam Ketakpedulian

Ada kerinduan, menyusup disela rutinitas. Kucoba menepisnya, menggagahkan langkah agar tak jatuh pada kesedihan panjang terhadap kehilanganmu.

Sudah cukup lama kau pergi meninggalkan kefanaan ini. Namun kenangan tentangmu masih berkeliaran dipikiranku.

Kutahu tak ada yang dapat kulakukan selain merangkaikan do’a dan menjaga orang yang kau cintai serta mengeratkan silaturahim dengan mereka, agar cintamu selalu tumbuh bersama nafas kehidupanku.

kerinduan-dalam-ketakpedulian

Continue reading “Kerinduan Dalam Ketakpedulian”

Lihatlah Aku Sebagai Diriku

Disaat gengaman tanganmu makin kuat mencengkeram jiwa, menahanku dalam ketakutan yang tak mengerti.

Jiwa pongahmu, masih saja merasa berhak untuk mendapatkan penghargaan dan penghormatan, tanpa pernah menyadari orang disekelilingmu merasa sakit melihat sikapmu.

lihatlah-aku-sebagai-diriku

Continue reading “Lihatlah Aku Sebagai Diriku”

Blog di WordPress.com.

Atas ↑