Tahun-tahun telah berlalu jauh, membawamu pergi. Tapi kenangan tentangmu tetap ada tumbuh dan berkembang bersama kerinduan panjang yang entah kapan dapat terobati.

Bait-bait do’a, kucoba panjatkan disetiap kenangan yang datang menghampiri, semoga kau damai dan tenang di duniamu kini.

Tak lagi terbebani dengan semua amarah dan kekecewaanku terhadap pengabaian mereka atas cintamu.

kerinduan-panjang

Kini, kau tak perlu lagi bersusah payah buat mencarikan alasan untukku, agar tak kecewa terhadap sikap mereka kepadamu.

Duniamu, tidak lagi diriuhkan dengan ke egoisan orang-orang yang kau cintai, walaupun mereka masih tak menyadari arti kehadiranmu.

Aku berlari menjauh dari semua keduluan itu.
Kutak ingin membebani kepergianmu dengan kemarahan, biarlah ini menjadi kenangan dengan baik dan buruknya. Ini akan jadi masa lalu nantinya.

Walau bagaimanapun kekecewaanku, mereka tetap kau cintai dengan sepenuh jiwa dan ragamu.

Dan kau sanggup melakukan apapun untuk mereka.

Sama seperti yang kau lakukan untukku, tidak lebih dan tidak kurang, karena bagimu kami adalah sama. Orang-orang yang kau cintai, dan kau perjuangkan kebahagiaannya, tanpa membedakan.

Walau seburuk apapun balasan yang kau terima, kau tetap tak pernah bisa marah, apalagi membenci.

Dan kau tahu, aku tidak bisa sepertimu, memahami semua pengabaian yang kau terima.

Aku marah dan terluka, tapi aku juga tak berhak mengatakan semua, karena itu semua hanya akan berakhir dengan permusuhan, padahal itu adalah satu hal yang sangat kau benci.

Jadi, dari pada aku mengungkapkan sesuatu yang kau sendiri tak ingin mengatakannya, maka aku pergi menjauh dari mereka, mencoba berdamai dengan rasaku.

Bahkan, aku tak bisa pulang dan kembali menetap, saat kau butuh. Aku lebih memilih membawamu ada bersamaku, bukan membiarkanmu terpuruk di tengah mereka.

Tapi, jika saatnya tiba, aku akan memiliki keberanian untuk berhadapan dengan mereka. Mengungkapkan semua kesedihan yang kau lalui, agar mereka lebih dapat menghargai kehidupan dan cinta yang mereka miliki sekarang ini, hingga tak memperlakukan sama terhadap cintamu.

Ku yakin, di duniamu kini, kau memahami semua yang ku alami. Dan kau memiliki kerinduan yang sama untukku dan untuk mereka anak-anak mu.

Selamat jalan abah. Desember ini lima tahun kepergianmu. Semoga lapang langkahmu mengahadapi Sang Maha Pencipta. Do’a dari kami semua. Luv Abah.

Iklan